News Update :

May 10, 2012

Laporan Kerja Praktek Cepu

BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah
Keberadaan industri dan gas bumi di Indonesia bagi kalangan tertentu mungkin merupakan sektor yang memiliki daya tarik begitu besar terkait dengan keuntunganya. Tidak dapat dipungkiri lagi, karena sektor industri migas memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan bila sedikit flashback, negara Indonesia “pernah” menjadi bagian/anggota dari organisasi negara-negara pengekspor minyak di dunia. Sehingga tidak heran berbagai kalangan berlomba-lomba untuk dapat ,menjadi bagian dan terlibat di dalam sebuah industri minyak ataupun gas bumi. Namun, dibalik itu semua, industri minyak dan gas bumi padat akan modal, penuh akan resiko sehingga untuk menjalankan kegiatan industrinya harus mendapat perhatian khusus. Maka dari itu organisasi-organisasi yang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan dibidang perminyakan dan gas bumi menerapkan beberapa persyaratan keselamatan. Terutama bagi tenaga kerja yang resiko terjadinya kecelakaan kerja tinggi, maka para tenaga itu harus mempunyai sertifikat kompetensi tenaga teknis khusus migas. Oleh karena itu Pusdiklat Migas hadir sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan dibidang minyak dan gas bumi. Tidak hanya memberikan pelatihan saja, namun Pusdiklat Migas Cepu juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ini fungsinya adalah untuk memberikan sertifikasi bagi pegawai yang bekerja di lingkungan minyak dan gas bumi. Sertifikasi ini merupakan tanda pengakuan oleh pemerintah atas tingkat keahlian dan atau ketrampilan khusus kepada Tenaga Teknik Khusus. Selain itu, dengan sertifikasi ini, kita dapat memberikan suatu perlindungan bagi tenaga kerja kita dari serbuan tenaga asing di dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing, khususnya pada sektor migas. Sekaligus merupakan jaminan, bahwa seorang yang mempunyai sertifikasi pada bidang tertentu adalah orang yang berkompeten. Sertifikat oleh Pusdiklat Migas inipun telah diakui di dunia, terbukti dengan banyaknya tenaga kerja bersertifikat Indonesia yang diterima untuk bekerja di berbagai perusahaan di luar negeri khususnya di Timur Tengah. Dengan demikian, mereka mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk bekerja di dalam maupun luar negeri hingga mampu memberikan sumbangan devisa bagi negara. Program pelatihan untuk pengembangan SDM yang diselenggarakan Pusdiklat Migas pada prinsipnya bersifat “taylor made” artinya jenis pelatihan, kurikulum dan durasi pelatihan disusun bersama dengan industri migas yang memanfaatkannya. Hampir semua industri perminyakan mengirimkan calon karyawanya untuk dilatih di Pusdiklat Migas sebelum mereka dipekerjakan di perusahanya. Pusdiklat Migas juga menyediakan pelatihan bagi aparatur negara dan umum (perguruan tinggi, masyarakat sekitar Blora dan Bojonegoro). Pusdiklat Migas mendidik dan melatih tenaga kerja dalam kelas, kerja praktik, dan latihan-latihan dilapangan berupa bimbingan untuk kaderisasi dan prajabatan, penataran-penataran, kursus-kursus yang bersifat upgradingkepada pegawai/karyawan. Pusdiklat Migas juga mempunyai kilang yang dalam perjalananya sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi peserta pelatihan dan PTK. AKAMIGAS-STEM khususnya jurusan refinery. Disamping itu juga merupakan tempat kerja praktik bagi mahasiswa dari Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta yang melakukan tugas akhir. Dengan pertimbanganya-pertimbangan inilah penyusun menjatuhkan pilihan kepada Pusdikalat Migas sebagai tempat untuk melakukan Kerja Praktek. Kerja Praktek adalah mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa guna memenuhi tugas akhir. Dimana dengan Kerja Praktek ini diharapakan terjadinya link and match antara pihak akademisi sebagai pencetak tenaga ahli dengan pabrik ataupun lembaga tujuan Kerja Praktek sebagai pengguna ahli agar terjadi kerja sama yang bagus sehingga menguntungkan kedua belah pihak.



Tujuan Kerja Praktek
Tujuan kerja praktek di PUSDIKLAT MIGAS CEPU adalah:
Mengetahui sejarah, struktur organisasi, serta kegiatan yang dilakukan oleh Pusdiklat Migas Cepu sebagai salah satu badan pelaksana pelatihan dibidang perminyakan dan gas bumi.
Mempelajari proses pengolahan minyak mentah (crude oil) di Unit pengolahan PUSDIKLAT MIGAS Cepu.
Mengetahui sitem kerja dari sumur Natural Flow di Laboratorium Eksploitasi dan Produksi Pusdiklat Migas Cepu.

Batasan Masalah
Dalam hal ini penyusun tidak memberikan batasan masalah, karena sesuai dengan jenjang pendidikan penyusun yaitu Strata Satu (S1), dimana dalam jenjang ini penyusun diharapkan mengerti dan memahami proses produksi migas secara keseluruhan terutama pada produksi sumur Natural Flow.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kerja Praktek dilakukan di Pusdiklat Migas Cepu yang berlokasi di Jl. Sorogo 1 Cepu. Adapun waktu pelaksanaan Kerja Praktek dilaksanakan pada tangga l1Maret-22 Maret 2012.

Sitematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut:
BAB I
PENDAHULUAN
Berisi latar belakang permasalahan, perumusan masalah, pembatasan masalah, tempat dan waktu pelaksanaan, dan sistematika penulisan.

BAB II
TINJAUAN UMUM
Pada bab ini berisikan deskripsi sejarah Pusdiklat Migas, Visi dan Misi, Tugas Pokok, Fungsi, struktur Organisasi, Sarana dan Fasilitas.
BAB III
TINJAUAN SUMUR NATURAL FLOW PADA LABORATORIUM EKSPLORASI DAN PRODUKSI PUSDIKLAT MIGAS CEPU
Bab ini membahas masalah seputar jalanya kerja praktek di Laboratorium Ekploitasi & Produksi Pusdiklat Migas.
BAB IV
FASILITAS PRODUKSI NATURAL FLOW PADA LABORATORIUM EKSPLOITASI DAN PRODUKSI MIGAS CEPU
Bab ini bersisikan mengenai konsentrasi pada judul praktek yaitu “Natural Flow Method.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan laporan Laporan Kerja Praktek dan saran perbaikan terhadap kinerja perusahaan yang berhubungan dengan pokok masalah yang diangkat dalam laporan Kerja Praktek ini









BAB II
PROFIL PUSDIKLAT MIGAS CEPU

2.1. Sejarah Singkat Berdirinya Pusdiklat Migas Cepu
Sejak berdirinya sampai sekarang Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mengalami beberapa pergantian nama. Dalam perkembangannya, lapangan Cepu dan sekitarnya telah dikelola (dieksploitasikan) oleh beberapa perusahaan atau instansi. Sejarah mencatat bahwa perkembangan perminyakan di Cepu dapat di uraikan dalam tiga periode, yaitu :
Periode Jaman Hindia Belanda (Tahun 1870-1942)
Pada jaman ini telah ditemukan rembesan minyak di daerah jawa, yaitu Kuwu, Merapen, Watudakon, Mojokerto, serta penemuan minyak dan gas di Sumatra dan Jawa. Eksplorasi minyak bumi di Indonesia dimulai pada tahun 1870 oleh P.Vandijik, seorang insinyur Belanda di daerah Purwodadi Semarang, melalui pengamatan rembesan-rembesan minyak di permukaan.
Di daerah Cepu, Jawa Tengah terdapat konsesi minyak, yaitu suatu kota kecil di tepi Bengawan Solo, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang bernama Panolan, diresmikan pada tanggal 28 Mei 1893 atas nama AB. Versteegh. Kemudian AB. Versteegh mengkontrakannya ke perushaan DPM (Dordtsche Petroleum Maatschappij) di Surabaya dengan membayar ganti rugi sebesar F. 10000 dan F.0,1 untuk tiap peti (37,5 liter minyak tanah dari hasil pengilangannya). Penemuan sumur minyak bumi bermula di desa Ledok oleh Mr. Adrian Stoop. Pada Januari 1893, ia menyusuri Bengawan Solo dengan rakit dari Ngawi menuju Ngareng Cepu, dan akhirnya memilih Ngareng sebagai tempat pabrik penyulingan minyak dan sumurnya dibor pada Juli 1893. Daerah tersebut kemudian dikenal nama Kilang Cepu. Selanjutnya berdasarkan akta No.56 tanggal 17 Maret 1923 DPM diambil alih oleh BPM (Bataafsche Petroleum Maarschappij) yaitu perusahaan minyak Belanda.
Periode Jaman Jepang (Tahun 1942-1945)
Pada jaman Jepang dulu terjadi suatu peristiwa penyerbuan tentara Jepang ke Indonesia pada perang Asia Timur, yaitu keinginan Jepang untuk menguasai daerah-daerah yang kaya akan sumber minyak, untuk keperluan perang dan kebutuhan minyak dalam negeri Jepang. Pada saat terjadi perebutan kekuasaan Jepang terhadap Belanda, para pegawai perusahaan minyak Belanda ditugaskan untuk menangani taktik bumi hangus instalasi penting, terutama kilang minyak yang ditujukan untuk menghambat laju serangan Jepang. Namun akhirnya, Jepang menyadari bahwa pemboman atas daerah minyak akan merugikan pemerintah Jepang sendiri. Sumber-sumber minyak segera dibangun bersama oleh tenaga sipil Jepang, tukang-tukang bor sumur tawanan perang dan tenaga Indonesia yang berpengalaman dan ahli dalam bidang perminyakan, serta tenaga kasar diambil dari penduduk Cepu dan daerah lainnya dalam jumlah besar. Lapangan minyak Cepu masih dapat beroperasi secara maksimal seperti biasa dan pada saat itu Jepang pernah melakukan pengeboran baru di lapangan minyak Kawengan, Ledok, Nglobo dan Semanggi.

Periode Jaman Kemerdekaan (1945-Sekarang)
Pada jaman Kemerdekaan, kilang minyak di Cepu mengalami beberapa perkembangan sebgai berikut, yaitu :
Periode 1945-1950
Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Hal ini menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 , Indonesia memproklamirkan kemerdekaan sehingga kilang minyak Cepu diambil alih oleh Indonesia. Pemerintah kemudian mendirikan Perusahaan Tambang Minyak Nasional (PTMN) berdasarkan Maklumat Menteri Kemakmuran No.5 Pada bulan Desember 1949 dan menjelang 1950, setelah adanya penyerahan kedaulatan, kilang minyak Cepu dan lapangan Kawengan diserahkan dan diusahakan kembali oleh BPM.

Periode 1950-1961
Kilang Cepu dan lapangan minyak Kawengan dikuasai oleh BPM. Sedangkan lapangan minyak lainnya seperti Ledok, Nglobo dan Semanggi tetap dipertahankan oleh pemerintah RI dan pelaksanaan dilakukan oleh ASM (Administrasi Sumber Minyak), tetapi pada tahun 1951 diserahkan kembali pada pemerintah RI. Pada tahun 1957 didirikan PTMRI (Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia), tetapi kemudian diganti dengan Tambang Minyak Nglobo CA (Combie Anexsis).

Periode 1951-1965
Pada tahun 1961, Tambang Minyak Nglobo diganti menjadi PERMINGAN (Perusahaan Minyak dan Gas Negara). Pemurnian minyak di lapangan minyak Ledok dan Nglobo dihentikan. Pada tahun 1962, kilang Cepu dan lapangan minyak Kawengan dibeli oleh pemerintah RI dari Shell dan diserahkan ke PN PERMINGAN.

Periode 1965-1978
Pada tanggal 4 Januari tahun 1966, kilang Cepu dan lapangan minyak Kawengan dijadikan Pusat Pendidikan dan Latihan Lapangan Perindustrian Minyak dan Gas Bumi (PUSDIK MIGAS). Kemudian pada tanggal 7 Februari 1967 diresmikan Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS) Cepu.



Periode 1978-1984
Berdasarkan SK Menteri Pertambangan dan Energi No.646 tanggal 26 Desember 1977, LEMIGAS diubah menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS (PPT MGB LEMIGAS). Dan berdasarkan SK Presiden No. 15 tanggal 15 Maret 1984 pasal 107, cepu ditetapkan sebagai Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi (PPT MIGAS).

Periode 1984-2001
Berdasarkan SK Menteri Pertambangan Dan Energi no.0177/1987 tanggal 5 Maret 1987, dimana wilayah PPT MIGAS yang dimanfaatkan Diklat Operasional/Laboratorium Lapangan Produksi diserahkan ke PERTAMINA UEP III lapangan Cepu, sehingga kilang Cepu mengoperasikan pengolahan crude oil milik PERTAMINA.
Kedudukan PPT MIGAS dibawah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, departemen Pertambangan tenaga perminyakan dan gas bumi. Keberadaan PPT MIGAS ditetapkan berdasarkan Kepres No. 15/1984 tanggal 18 Maret 1984, dan struktur organisasinya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi N0.1092 tanggal 5 Nopember 1984.

Periode 2001-Sekarang
Tanggal 2 Maret 2001, PPT Migas berubah menjadi Pusdiklat Migas berdasarkan SK Menteri ESDM No. 150 Tahun 2001. Dengan terbitnya SK Menteri ESDM No.1196/K/60/2003 tanggal 16 Oktober 2003 maka resmi Program Studi Diploma IV diintegrasikan menjadi Program Diploma Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) AKAMIGAS/Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM). Namun berdasarkan Peraturan Menteri (PerMen) No. 0003 tahun 2005 tanggal 4 April 2005, Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) resmi berdiri sendiri dan lepas dari struktur keorganisasian Pusdiklat Migas. Kemudian terbit Peraturan Menteri ESDM No. 18 Tahun 2010 menggantikan SK Menteri ESDM No. 30 Tahun 2005.
2.2 Struktur Organisasi
Sejak ditetapkan Peraturan Menteri dan Sumber Daya Mineral No. 18 tahun 2010 tanggal 22 Nopember 2010, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh seorang kepala pusat pendidikan dan pelatihan yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu 3 orang kepala bidang dan 1 orang kepala bagian tata usaha serta kelompok fungsional.
2.2.1 Bagian Tata Usaha
Bagian tata usaha mempunyai tugas melaksanakan dan Administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga pusat.
Bagian tata usaha terdiri dari 2 sub bidang,yaitu :
Kepegawaian dan Umum
Bertugas untuk melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian, organisasi dan ketatalaksanaan umum pusat.
Keuangan dan Rumah Tangga
Bertugas untuk melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga pusat.

2.2.2 Bidang Sarana dan Prasarana Teknis
Bidang Sarana dan Prasarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang serta utilias penunjang tugas melaksanakan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.

Bidang sarana dan prasarana teknis terdiri dari 2 sub bidang, yaitu :
Sub Bidang Kilang dan Utilitas
Bertugas unutuk melakukan pengumpul bahan, penelaahan, penyiapan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan control kualitas, produk kilang, pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pekatihan bidang minyak dan gas bumi. Penyediaan, pemanfaatan, pelayana jasa, produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.

Sub Bidang Laboratorium dan Bengkel
Bidang sarana laboratorium dan bengkel mepunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.
Bidang sarana laboratorium terdiri dari :
Laboratorium
Bertugas untuk melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan,pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan, penembangan atas pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.
Bengkel
Bertugas untuk melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, pelaksanaaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

Bidang Program dan Kerja Sama
Bidang Program dan Kerjasama mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pusat bidang minyak dan gas bumi.

Bidang Program dan Kerjasama Terdiri Dari:
Sub Bidang Rencana dan Program
Sub Bidang Kerja Sama dan Informasi

2.2.4. Jabatan Fungsional Widyaswara
Widyaswara adalah PNS yang diberi tugas oleh pejabat yang berwenang pada unit Pendidikan Latihan Instansi Pemerintah untuk mendidik, mengajar, dan melatih secara penuh.
Berdasarkan ruang lingkup bidang tugasnya, maka kelompok ini terbagi atas beberapa bidang:
Widyaswara Bidang pendidikan
Widyaswara Bidang Teknologi Industri
Widyaswara Bidang Manajemen/Umum

2.3. Visi Pusdiklat Migas Cepu
Visi Pusdiklat Migas Cepu adalah menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi yang unggul dengan mewujudkan kepemerintahan yang bersih, baik transparan dan terbuka.

2.4. Misi Pusdiklat Migas Cepu
Misi yang diemban oleh Pusdiklat Migas Cepu adalah
Meningkatkan kapasitas aparatur negara dan Pusdiklat Migas untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang baik.
Meningkatkan kompetensi tenaga sub sektor Migas untuk berkompetisi melalui mekanisme ekonomi pasar.
Meningkatkan kemampuan perusahaan minyak dan gas bumi menjadi lebih kompetitif melalui pengembangan sumber daya manusia
2.5. Tugas Pokok
Berdasarkan perturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral No. 18 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pasal 807 bahwa Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan bidang Minyak dan Gas Bumi.

2.6. Fungsi
Adapun fungsidari Pusdiklat Migas sesuai pasal 808 adalah:
Penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program dibidang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi;
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dibidang Minyak dan Gas Bumi;
Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dibidang pendidikan dan pelatihan Minyak dan Gas Bumi;
Pelaksanaan administrasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.
2.7. Lokasi Pusdiklat MIGAS
Pusat pendidikan dan Pelatihan Perminyakan dan Gas Bumi berlokasi di:
Desa : Karangboyo
Kecamatan : Cepu
Kabupaten : Blora
Propinsi : Jawa Tengah
Tepatnya berada pada jalan Sorogo No.1 Cepu
Lokasi tersebut sangat strategis karena adanya beberapa faktor:
Bahan Baku
Sumber baku berasal dari distrik 1 Kawengan, Distrik II Ledok, Ngobo, dan Semanggi yang diporasikan oleh PT. Pertamina EP Region Jawa area Cepu serta lapangan Wonocolo yang merupakan pertambangan rakyat di baah pengawasan PT. Pertamina EP Region Jawa Area Cepu.
Air.
Sumber air berasal dari Bengawan Solo yang dekat dengan kilang sehingga kebutuhan air untuk proses pengelolaan atau untuk minum lebih mudah dipenuhi.
Transportasi
Letak kilang tidak begitu jauh dari jalan kereta api maupun jalan-jalan raya yang menghubungkan kota-kota besar sehingga dapat memperlancar distribusi hasil produksi.
Tenaga Kerja
Karena letaknya tidak jauh dari kota-kota pendidikan sehingga mudah untuk memperoleh tenaga-tenaga terdidik dan terampil.
Fasilitas Pendidikan
Fasilitas untuk pendidikan cukup memadai, misalnya kilang, laboratorium, bengkel dan lain sebagainya.

2.8. Unit Kerja Pusdiklat Migas Cepu
2.8.1. Unit Security
Mengingat kompleksnya kegiatan, baik proses industri, kegiatan pengajara, dan segala jenis kegiatan lainya, unit keamanan PUSDIKLAT MIGAS Cepu memiliki peran yang penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas kerja di PUSDIKLAT MIGAS Cepu. Sistem pengamanan di PUSDIKLAT MIGAS cepu adalah sisitem keamanan gotong royong dengan suatu unit penopang atau pemimpin, yaitu unit keamanan (satuan keamanan) bidang bidang yang mendapatkan sistem keamanan secara kontinu adalah:
Bidang fisik, meliputi gedung peralatan,instalasi, dan sebagainya.
Bidang Non-Fisik, meliputi adanya ancaman, tantangan,hambatan,dan gangguan (ATHG) dari luar yang dilaksanakan dengancara melakukan investigasi secara terus-menerus.

Berdasarkan sifatnya sistem keamana dibagi atas:
Preventif (pencegahan), seperti peninjauan keliling (patroli), pemeriksaan,penyuluhan dan sebagainya.
Represensif ( Tindakan ), adanya tindakan tegas pada setiap pelaku kejahatan dilingkup Pusdiklat Migas Cepu
Sedangkan objek yang perlu diberi pengamanan adalah :
Personil
Pengamanan personil meliputi seluruh karyawan,peserta didik, peserta Kerja Praktekmaupun Tamu. Hal ini karena orang-orang yang berada di wilayah PUSDIKLAT MIGAS Cepu berasal dariberbagai daerah ,suku dan budaya,sehingga tidak diharapkan terjadi culture crash yang dapat mengganggu stabilitas keamanan diwilayah PUSDIKLAT MIGAS Cepu.
Material
Pengamanan material meliputi seluruh benda yang ada dilingkuangan
PUSDIKLAT MIGAS Cepu. Dalam pengamanan ini dikhususkan dalam 3 hal antara lain:
Pagar
Pintu Gerbang
SistemPenerangan
Walaupun unit keamanan bertugas menjaga keamanan dilingkungan PUSDIKLAT,namun kewajiban ini tidak serta merta hanya menjadi tanggung jawab unit keamanan semata. Seluruh elemen yang berada dan bernaung di PUSDIKLAT MIGAS Cepu berkewajiban menjaga keamanan demi kepentingan bersama. Selain itu dibentuk pula anggota security yang secara khusus melakukan investigasi dengan cara berkeliling setiap harinya dan bertugas dengan dilengkapi alat penglihatan jarak jauh.
Pengaman Informasi atau info datayang berupa data rahasia perusahaan.
Operasional
Pengamanan opersional meliputi beberapa area atau zone, yaitu:
Zona pengawasan
Zonaini meliputi pintu gerbang atau pos satpam.Jikaada peserta atau tamu diwajibkan lapor terlebih dahulu dan jika membawa kendaraan harus diparkir di tempat yang telah disediakan.
Zona terbatas
Zona ini meliputi area laboratorium perpustakaan,laboratorium instrumentasi dankalibrasi, laboratorium elektronika dan telekomunikasi,danunit K3.
Zona terlarang
Zona ini meliputi area kilang dimana tidak setiap orang diijinkan untuk memasuki area ini kecuali mendapatkan ijin dari kepala security dan pembimbing.

Bagian unit keamanan PUSDIKLAT MIGAS Cepu dibagi menjadi beberapa kepala unit,antar lain:
Kepala Unit investigasi
Kepala Unit Pengamanan Fisik
Kepala Unit Operasi
KepalaUnit Pembinaan Anggota
Kepala Unit Administrasi dan Logistik
Setiap shift diatur penjagaannya melalui pembagian pos-pos keamanan yang seimbang dengan resiko yang diperhitungkan. Pengawalan terhadap barang-barang maupun tamu diselengarakan pada setiap satu jam sekali (patrolirutin). Selain itu diadakan juga patroli inspeksi dan patroli khusus yang diadakan sewaktu-waktu.
Unit keamanan bekerja dalam 3 shift dengan alokasi waktu 8jam tiap shiftnya.

2.8.2 Unit Keselamatan Kerja
Unit Keselamatan Kerja dibentuk dengan tujuan mencegah dan menanggulangi segala sesuatu yang menyebabkan kecelakaan kerja baik yang secara langsung berpengaruh terhadap proses produksi,sehingga sumber-sumber produksi dapat digunakan secara efisien dan produksi dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.
Struktur organisasi:
Pemadam api dan keselamatan Kerja
Unit ini mempunyai tugas yang meliput:
Tugas rutin
Menyusun rencana pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan.
Melakukan inspeksi secara berkala atau khusus.
Melakukan pemeriksaan alat-alat pemadam kebakaran.
Mengadakan safety training baik kepada personil pemadam api dan keselamatan kerja maupun pegawai biasa.
Tugas Non-Rutin
Melaksanakan pelayanan pemadaman api dan keselamatan kerja diluar Pusdiklat Migas Cepu.
Melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan kerja yang pernah terjadi dan memberikan saran-saran agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang sama.
Mengungka terjadinya kebakaran dengan membuat laporan mengenai kecelakaan kerja dari hasil data yang diperoleh.
Menanamkan kesadaran kepada semua pegawai akan pentingnya pencegahan kebakaran dan keselamatan kerja.
Melakukan kampanye keselamatankerja kepada pegawai
Tugas Darurat
Memberikan pertolongan atau penanggulangan terhadap terjadinya kecelakaan kerja.
Memadamkan api jika terjadi kebakaran baik dilingkungan Pudiklat Migas Cepu maupun di luar.

Kelompok ini dibagi beberapa unit yang masing-masing memiliki tugas-tugas umum, yaitu sebagai berikut:
Kelompok Pemadaman Api Kebakaran
Tugas dari sub seksi ini adalah :
Menanggulangi segala macam bentuk bahaya kebakaran,ledakan, keselamatan kerja,dan pcncemaran lingkungan.
Melaksanakan tugas mendadak seperti kebakaran, peledakan, kecelakaan kerja dan lain-lain.
Melaksanakan tugas-tugas non rutin, yaitu mengadakan pelatihan-pelatihan pemadaman api terhadap screw-screw pemadaman api.
Maintenance yang bertugas melaksanakan perawatan, pemeliharaan, dan perbaikan terhadap peralatan-peralatan kerja dari pemadam api yang mengalami kerusakan.
Pengelolaan gedung yang mengurusi pengadaan barang-barang yang diperlukan untuk operasi pemadaman kebakaran.
Memeriksa jaringan hydran diseluruh lokasi rawan kebakaran di PUSDIKLAT MIGAS Cepu.
Mendata setiap bulan sekali untuk mendat APAR (ALat Pemadam Api Ringan).
Kelompok Keselamatan Kerja
Tugas-tugas umum dari unit ini adalah sebagai berikut :
Menjamin keselamatan kerja yang ada pada lokasi kerja.
Mendata maslah kecelakaan kerja yang terjadi sebagai laporan ke Depnaker dan Dirjen Migas di Jakarta.
Melaksanakan tugas rutin, yaitu mengawasi yang ada di lingkungan PUSDIKLAT MIGAS Cepu. Adapun pekerja yang ditangani adalah masalah listrik,sipil,mekanik,dan sebagainya.
Mengadakan pengarahan dan bimbingan kepada praktikan, mahasiswa STEM maupun peguruan tinggi lainnya.
Mengadakan inspeksi kerja di seluruh PUSDIKLAT MIGAS Cepu.
Mengadakan pengarahan kepada para pekerja yang akan melakukan pekerjaan di daerah rawan atau berbahaya.

Kelompok Lindung LIngkungan
Tugas dari unit ini adalah :
Memantau kondisi lingkungan agar tetap aman.
Memantau kondisi dari limbah sehingga presentase minyak yang terkandung didalamnya kecil, dan layak di buang ke lingkungan.
b. Fasilitas dan Penunjang di Kelompok LK3
PUSDIKLAT MIGAS Cepu menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang pemadaman api dan keselamatan kerja.
Sedangkan sarana yang dimiliki oleh unit pemadaman api dan keselamatan kerja di PUSDIKLAT MIGAS Cepu adalah :

Tiga unit mobil pemadam kebakaran.
Mesin pompa air.
Jaringan hydrant di seluruh area pabrik.
Alat pemadam api ringan (APAR) dengan jumlah ±500 buah.
Satu unit mobil kru dan peralatan siaga.
Alat komunikasi berupa radio,telepon, dan handy talky.
Dua buah mesin pompa air ukuran sedang.
Mesin kompresor pengisi tabung Briting Aperatus.
Satu buah mesin pompa air ukuran kecil.
Rumah sakit, diperlukan bila terjadi kecelakaan kerja,kebakaran dan sebagainya.
Keselamatan kerja adalah suattu usaha mengubah kondisi kerja yang tidak aman menjadi kondisi kerja yang nyaman. Sehingga para pekerja dapat bekerja secara aman dan nyaman terhindar dari bahaya kecelakaan kerja. Keselematan kerja merupakan tanggung jawab setiap orang karena dengan adanya keselamatan kerja maka para karyawan akan terbebas dari bahaya yang akan mungkin terjadi pada saat melakukan apa saja. Penyebab kecelakaan kerja sering terjadi akibat :
Kurangnya pengetahuan tentang keselamatan kerja (lag of knowledge).
Kurangnya latihan dan pendidikan (lag of training).
Kurangnya pengawasan (lag of supervision).
Anggota tiap regu pemadam api terdiri atas 5 orang dengan tingkatan :
Kepala Regu
Mekanik
Nozelman
Helper
Driver
Sistem pembagian tugas di pemadam api di bagi berdasarkan shift yang berganti setiap 8 jam dengan jumlah regu shift sebanyak 3 regu.
Unit Utilitas
Water Treatment Plant
Air merupakan kebutuhan yang vital dalam melaksakan kegiatan proses produksi minyak bumi maupun pendidikan dan pelatihan Pusdiklat Migas Cepu. Pengadaan air bersih ini dipenuhi sendiri oleh Pusdiklat Migas dengan mendirikan unit Water Treatment Plant (WTP) yang berkapasitas 250 m^3/jam. Selain itu, air bersih olahan WTP juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar dimana air didistribusikan kepada konsumen dengan memperkuat aliran air yang menggunakan motor induksi 3 (tiga) fasa untuk setiap jalur distribusi.
Power Plant
Power Plant merupakan salah satu sub unit utilitas yang ada di Pusdiklat MIgas Cepu, sebagai sumber pengadaan tenaga listrik. Di Power Plant ini menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan pertimbangan bahwa semakin besar kebutuhan listrik di Pusdiklat Migas Cepu dan kemudahan yang di peroleh Karen bahan bakar mesin diesel merupakan produk sendiri.
Boiler Plant
Secara umum dapat di artikan sebagai sebuah pesawat untuk menghasilkan steam (uap). Boiler dibuat dari baja dengan bentuk bejana tertutup yang didalamnya terdapat air dan air tersebut di panasi dari hasil pembakaran residu untuk menghasilkan uap. Boiler Plant adalah unit yang ada di Pusdiklat Migas Cepu yang bertugas :
Menyediakan Steam (uap) untuk proses kilang.
Menyediakan udara bertekanan.
Menyediakan air pendingin (cooling water).
Menyediakan air lunak.
Wax Plant
Residu dari Proses kilang di olah PH solarnya pada Wax Plant menjadi batik wax yang banyak digunakan dalam industry batik. Pertimbangan lain untuk mengolah PH solar adalah kesulitan dalm menampung dan tidak langsung dapat dipasarkan. Wax atau lilin adalah Kristal hidrokarbon yang sebagian besar tersusun dari senyawa normal parafin dan sedikit senyawa iso-parafin.
Kilang (Pengolahan Minyak)
Minyak mentah yang di peroleh dari sumur belum dapat digunakan sebagai bahan bakar motor, rumah tangga serta keparluan lainnya. Untuk itu diperlukan suatu proses pengolahanminyak mentah yang bertujuan menghasilkan sebagai macam bahan bakar serta hasil-hasil lainnya sesuai dengan keperluan dan memenuhi spesifikasi yang di tentukan.







2.9 Sarana Pendidikan dan Pelatihan
2.9.1 Sarana Kilang
Pusdiklat Migas juga mempunyai kilang yang didirikan pada tahun 1929, yang dalam perjalannya sebagai saran pendidikan dan pelatihan bagi peserta pelatihan dan PTK . AKAMIGAS – STEM khususnya jurusan refinery. Di samping itu juga merupakan tempat kerja praktek bagi mahasiswa dari perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang melakukan tugas akhir, juga di pergunakan sebagai On The Job Training (OTJT) bagi tenaga kerja yang dipersiapkan untuk kepentingan operasi perusahaan perminyakan di lingkungan Blora dan Bojonegoro, serta perusahaan minyak di Dalam dan di Luar Negeri khsusnya di Timur Tengah.
Kilang Pusdiklat Migas sebagai sarana diklat beroprasi dengan kapasitas terpasang 3800 barel/day (BPD), dengan di lengkapi sarana penunjang lainnya yaitu : Power Plant,Laboratorium, dan Pengolahan Air.
Manfaat Kilang cepu :
Sebagai kelengkapan utama sarana diklat migas sector hilir.
Kilang cepu merupakan gambaran dari proses dasar dari kilang minyak guna menunjang proses pembelajaran.
Peserta diklat untuk sector hilir yang memerlukan sarana peraga kilang minyak lebih besar dibandingkan sector sector hulu (hilir 80% hulu 20%)
Membantu ketersediaan kebutuhan BBM untuk wilayah Blora, Bojonegoro, Rembang, dan Ngawi.
Kelebihan kapasitas utilitas kilang(air minum) dapat membantu masyarakat Cepu.

2.9.2 Sarana Ruang Kelas
Saat ini pusdiklat Migas memilki ruang kelas sebagai tempat mengajar dengan fasilitas multimedia. Jumlah ruang kelas yang aktif digunakan sebanyak 32 ruang.
2.9.3 Sarana Laboratorium dan Bengkel (WorkShop)
Sebagai penunjang pendidikan dan pelatihan, Pusdiklat Migas juga dilengkapi dengan sarana Laboratorium dan Bengkel (workshop), antara lain :
Laboratorium Kimia
Laboratorium Fisika
Laboratorium Minyak bumi
Laboratorium Lindung Lingkungan
Laboratorium Instrumen/elektronika
Laboratorium Eksplorasi
Laboratorium Produksi
Laboratorium Proses
Laboratorium Engineering
Laboratorium Teknik Sipil
Laboratorium Komputer/Pengolahan data
Laboratorium Telekomunikasi
Laboratorium Mekanik
Laboratorium Penggerak Mulia
Laboratorium Metalurgi dan Las
Laboratorium Listrik
Laboratorium Inspeksi
Laboratorium Bahasa
Simulator Proses
Laboratorium Produksi
Laboratorium Bor
Perpustakaan
Ruang Model
Pilot plant
Fire Ground





















BAB III
DASAR TEORI

Aliran Dalam Media Berpori
Fluida yang mengalir dari formasi produksi ke lubang sumur akan dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu:
Sifat Fisik Formasi
Sifat Fisik fluida yang mengalir
Geometri sumur dan daerah pengurasan
Perbedaan tekanan antara formasu produksi dan lubang bor saat terjadi aliran
Fluida dari reservoir dapat berupa gas, minyak dan air. Pada kondisi tekanan di atas buble point, gas masih terlarut dalam minyak sehingga aliran fluida hanya satu fasa saja (cair). Bila tekanan reservoir sudah berada di bawah tekanan buble point, maka gas akan memisahkan diri dan ikut mengalir bersama minyak, sehingga dengan demikian aliran fluida menjadi dua fasa (gas dan minyak).
Persamaan aliran fluida dalam reservoir pertama kali dikemukaan oleh Henry D’arcy, sebagaimana dinyatakan dalam persamaan berikut:
V=Q/A=(k.dP)/μdL.……………………………………………………..(3.1)
Dimana:
V = Kecepatan Aliran fluida, cm/s
Q = Laju alir fluida, cm2/s
A = Luas penampang batuan, cm2
K = Permeabilitas batuan, mD
P = tekanan, atm
M = Viskositas fluida, cp
L = Panjang batuan, cm

Akan tetapi persamaan (3.1) tersebut hanya berlaku untuk aliran linear saja dengan jenis aliran steady state dan fluidanya satu fasa incompressible. Sedangkan aliran pada reservoir dianggap sebagai aliran radial dengan lebih dari satu fasa, sehingga persamaan di atas perlu dikembangkan lagi untuk perhitungan aliran di reservoir.
Untuk aliran radial, dikembangkan persamaan berdasarakan persamaan 3.1., yaitu:
q=(k.A.dP)/(μ.dr)……………………………………………………………………..(3.2)
Untuk kondisi dipermukaan diformulasikan sebagai berikut
q=0.007082(k.h.(Pe-Pwf))/(μ.B Ln (Re/Rw)…………………………………………….(3.3)
Dimana:
B = FVF fluida, bbl/STB
Pe = tekanan reservoir pada jarak k re
Pwf = tekanan alir dasar sumur, psi
Re = Jari-jari pengurasan sumur, ft
Rw = Jari-jari lubang sumur, ft
H = Ketebalan lapisan rata-rata, ft

Aliran Fluida Linear
Jika aliran yang mengalir incompressible, maka kecepatan fluida yang mengalir akan sama untuk setiap titik. Rate aliran disini bukan merupakan fungsi tekanan, maka persamaanya menjadi
∫_0^L▒〖dk=〗-k/μ ∫_(p^1)^(p^2)▒〖dp……………..〗……………………………………………….(3.4)
Syarat batas x-0→p-p1
x-L→P-P2

q=(K.A∆P)/μL……………………………………………………………………….(3.5)

Dimana:
Q = Laju alir, bbl/day
K = Permeabilitas efektif, darcy
μ = Viskositas fluida, cp
∆p = perbedaan tekanan, psi

Aliran Fluida Radial
Bila aliran fluida yang mengalir adalah incompressible, maka persamaannya
q=7.08(k.h (Pr-Pw))/(μo.Ln(Re/Rw))…………………………………………………………..…(3.6)
Dimana:
Q = Rate aliran fluida, bbl/day
H = tebal lapisan produkstif, ft
Pe = tekanan pada jarak re, psi
Pw = tekanan pada jarak rw, psi
Re = jari-jari pengurasan, ft
Rw = jari-jari sumur, ft

Productivity Index
Productivity index (PI) adalah kemampuan suatu sumur untuk memproduksi pada kondisi tertentu.
Secara definisi PI adalah banyaknya barrel minyak yang diproduksikan per hari untuk setiap Psi beda tekanan reservoir (Pr) dan tekanan alir dasar sumur (Pwf).
Persamaan aliran darcy merupakan pengembangan dari aliran fluida dari media berpori dengan melakukan anggapan sebagai berikut :
Fluida formasi terdiri dari satu fasa
Formasi homogeny
Fluida tidak bereaksi terhadap formasi
Aliran steady state (mantap)
Fluida incompressible
Secara matematis PI dapat ditulis sebagai berikut :

dimana : PI = Productivity Index, Bpd/Psi
Qo = Laju produksi minyak, Bpd
Pst = Tekanan statik sumur, Psi
Pwf = Tekanan alir dasar sumur, Psi
Bilamana Pwf kurang dari tekanan bubble point, maka tekanan alir dasar sumur dapat dihitung.
Menurut Ninds dan Gilberts, maka :
Pwf = Pc + tekanan kolom gas dalam annulus
Tekanan kolom gas = Pc . D1,5/100
Pwf = Pc + Pc . D1,5/10


Dimana : Pwf = Tekanan alir dasar sumur, Psia
Pc = Tekanan casing , Psia
D 6= Kedalaman tubing, dalam ribuan feet

Rumus diatas bisa digunakan, apabila :
Sumur tidak pakai packer
Pwf lebih kecil dari tekanan bubble point (Pb), sehingga ada gas yang terlepas masuk ke annulus.
Aliran sudah mantap (steady state)

Inflow Performance Relationship
Untuk melihat kelakuan suatu sumur selama berproduksi, hubungan antara kapasitas produksi minyak dengan tekanan alir dasar sumur biasanya digambarkan secara grafis dan disebut grafik inflow Performance Relationship (IPR).

3.3.1. Pembuatan Grafik IPR
Besarnya kemampuan laju alir dipengaruhi oleh beberapa hal anatara lain:
Tekanan Reservoir
Tekanan dasar sumur pada saat mengalir
Jari-jari pengurasan reservoir
Permeabilitas rata-rata
Viskositas minyak
Faktor volume formasi
Data tersebut di atas kemudia diplotkan ke dalam kurva IPR guna mendapatkan besaranya aliran yang dapat diperoleh persatuan hari dengan tekaan tertentu, sehingga dapat ditentukan berapa lama suatu sumur dapat berproduksi secara natural flow sebelum dilakukan tahap secondary recovery. Selain itu IPR juga dapat berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan alir suatu sumur pada masa mendatang.
Metode yang paling umum namun akurat dan digunakan untuk membuat IPR anatara lain:
Metode Gilbert
Metode ini pada kondisi satu phase atau undersaturated, dimana seluruh gas masih terlarut di dalam cairan, atau dengan kata lain bahwa tekanan reservoir masih di atas tekanan buble point sehingga garis IPR merupakan garis lurus.
Metode Vogel
Untuk sumur yang telah berproduksi dimana tekanan dasar sumur telahturun di bawah tekanan gelembung sehingga gas bebas ikut terproduksi, maka kurva IPR tidak linier lagi tetapi berupa garis lengkung. Hal ini disebabkan karena kemiringan kurva IPR akan berubah secara kontinyu untuk setiap harga Pwf. IPR metode ini dikembangkan lagi oleh Kllins Clark dan dapat digunakan untuk memperkirakan data IPR yang akan datang.
Untuk aliran dua fasa Vogel menurunkan persamaan kurva IPR yang tidak berdimensi, dengan menggunakan simulator untuk reservoir solution gas drive, persamaan tersebut adalah:
Qo/Qmax-1-0.2(Pwf/Ps)-0.8(〖Pwf〗^2/〖Ps〗^2 )
Pembuatan kurva IPR dengan persamaan ini memerlukan satu data uji produksi (Q0 dan Pwf) dan uji tekanan statik.
Persamaan ini hanya berlaku apabila tidak terjadi kerusakan atau perbaikan formasi
Pada tahun 1993 Klins and Clark mengajukan persamaan IPR yang serupa dengan Vogel dan dapat digunakan untuk memperkirakan data IPR yang akan datang. Untuk memperbaiki persamaan Vogel, Kllins dan Clark menambahkan expnonet baru pada persamaan Vogel, berikut adalah persamaan yang digunakan oleh Kllins dan Clark:
Q0/Qmax=1-0.295((Pwf) x^2)/ps-0.705(Pwf/Ps) ^d…
Dimana:
d=[0.28+0.72(ps/pb) ](1.24+0.001 pb)

Dibawah ini merupakan contoh grafik IPR dengan metode Gilbert






Grafik 3.1 Satu Phase
Bila tekanan sumur tidak diketahui, IPR dapat dibuat apabila diketahui 2 (dua) buah titik, yaitu masing-masing tekanan flowing dan laju produksi pada saat flowing. Tekanan statik sumur (Pst) adalah hasil extrapolasi dari garis IPR. Pada saat tekanan alir dasar sumur besar (Pwf1), akan dihasilkan laju produksi (Q1) kecil, sebaliknya pada tekanan alir dasar sumur rendah (Pwf2) akan dihasilkan laju produksi yang besar (Q2).
Dari gambar hubungan antara kapasitas produksi (Q) dengan tekanan alir dasar sumur (Pwf), diatas dapat disimpulkan bahwa garis IPR adalah batas dimana pada tekanan tertentu akan didapatkan laju produksi yang tertentu pula.
Laju produksi maksimum atau juga disebut potensi produksi sumur didapat pada saat tekanan alir dasar sumur (Pwf) = 0, berarti fluida reservoir hanya mengalir sampi kedasar lubang sumur.
IPR diatas hanya berlaku pada kondisi reservoir 1 (satu) phasa atau under saturated, dimana seluruh gas masih terlarut didalam cairan, atau dengan kata lain bahwa tekanan reservoir masih diatas tekanan bubble point (Pb) sehingga IPR nya merupakan garis lurus.
Apabila kondisi tekanan reservoir sudah dibawah tekanan bubble point, maka grafik IPR tidak merupakan garis lurus, melainkan membentuk suatu garis lengkung mulai saat tekanan bubble point.
Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :






3. Metode Pudjo Sukarno
Dimana metode ini memeperhitungkan harga water cut, pengembangan persamaan ini dilakukan dengan anggapan:
a. Faktor skin sama dengan nol.
b. Gas, minyak, dan air berada dalam satu lapisan dan mengalir bersama-sama, secara radial dari reservoar menuju lubang sumur.
Untuk menyatakan kadar air dalam laju produksi total digunakan parameter water cut, yaitu perbandingan laju produksi air dengan laju produksi cairan total. Harga water cut berubah sesuai dengan perubahan tekanan alir dasar sumur, yaitu makin rendah tekanan alir dasar sumur, makin tinggi harga water cut.
Adapun persamaan metode ini adalah:
Qo/Qmax=1+0.0446(Pwf/Pr)-1.0446(Pwf/Pr)2














Pengertian Sumur Sembur Alam
Suatu sumur migas dapat mengalir secara alamiah (natural flowing well) karena energi yang dikandung didalam reservoir masih cukup kuatsehingga mampu mendorong fluida formasi dari reservoir sampai ke permukaan. Tekanan reservoir merupakan tenaga bagi fluida reservoir untuk dapat mengalir secara alamiah. Bila suatu sumur diproduksikan secara terus menerus, maka tenaga dorong dari reservoir akan cenderung untuk turun, sehingga suatu saat tenaga dorong reservoir tidak mampu lagi mendorong fluida sampai ke permukaan.
Suatu sumur migas dikatakan dapat mengalir secara alamiah apabila :
Tenaga dorong dari reservoir cukup besar
Mampu mengatasi semua hambatan yang dilaluinya
Tekanan reservoir merupakan tenaga bagi fluida reservoir untuk dapat mengalirkan dari reservoir sampai tanki penampung.
Metoda sembur alam adalah metoda yang paling murah dan efisien dibanding dengan cara-cara metoda produksi lainnya.
Akan tetapi dengan berlangsungnya proses produksi, maka tekanan reservoir makin lama akan semakin berkurang dan pada suatu saat tekanan reservoir tersebut tidak mampu lagi mengangkat fluida sampai kepermukaan, sehingga sumur sampai pada periode tidak mengalir lagi.
Syarat-Syarat Sumur Sembur Alam
Tenaga dorong reservoir masih cukup besar;
Harga Productivity Index masih relatif besar; dan
Inflow Performance Relationship masih relatif bagus;
Agar recovery yang didapat optimum maka dilakukan analisa performance sumurnya yaitu inflow performance, vertical lift performance dan bean performance.
Inflow performance (kelakuan aliran fluida dari formasi menuju kedalam sumur)
Vertical lift performance
Bean performance
Horizontal performance

Inflow performance (kelakuan aliran fluida dari formasi menuju kedalam sumur)
Infow performance dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
Sifat fisik fluida dan batuan reservoir
Geometri dari suatu sumur dan daerah pengurasan
Jenis tenaga dorong reservoir (drive mechanism)
Umumnya aliran fluida menuju ke lubang sumur dianggap radial, dengan demikian kapasitas aliran minyak yang bergerak menuju ke lubang sumur dapat diformulasikan sebagai :
0,007082. ko . h . (Pr – Pwf)
Qo =
o . o . ln re/rw
dimana : Qo = laju produksi minyak, Bbl/d
ko = permeabilitas efektif minyak, mD
h = tebal formasi produktif, feet
Pr = tekanan reserv-oir, Psi
Pwf = tekanan alir dasar sumur
o = viskositas minyak, Cp
o = faktor volume formasi minyak, RB/STB
Re = jari-jari pengurasan, feet
Rw = jari-jari sumur, feet


2. Vertical Lift Performance
Vertical Lift performance adalah analisa fluida dari dasar sumur ke permukaan melalui pipa tegak (tubing), dimana pada aliran melalui tubing ini terjadi kehilangan tekanan (pressure loss) paling besar
Untuk menghitung kehilangan tekanan di sepanjang tubing digunakan kurva gradient aliran vertikal (DPG = depth pressure gradient)
Grafik kehilangan tekanan pada pipa tegak dapat dilihat pada gambar – 4.
3. Bean Performance
Bean performance adalah analisa mengenai kehilangan tekanan pada aliran fluida melalui pipa yang diameternya diperkecil pada suatu tempat, dan akan meluas kembali seperti semul setelah melewati bean.
Fungsi bean/jepitan adalah untuk menentukan besarnya laju produksi suatu sumur dan akibat perubahan diameter bean akan berpengaruh terhadap besar kecilnya tekanan alir dasr sumur (Pwf) dan tekanan tubing (Pt).
Fungsi bean / choke adlah :
Mengatur laju produksi yang diinginkan (BPD)
Untuk mencegah masuknya pasir kedalam sumur
Mencegah terjadinya gas / water coning
Memproduksi reservoir pada laju yang optimum.


Jenis Choke
Choke dibagi dalam 2 (dua) macam :
Positive Choke
Positive choke dibuat dari besi baja pejal, dimana bagian dalamnya terdapat lubang (orifice) dengan diameter tertentu untuk mengalirkan fluida ke separator. Ukuran choke dinyatakan per 64” (/64”)
Bila sumur migas menggunakan single wing, maka untuk mengganti choke sumur harus ditutup (shut-in), apabial sumur migas menggunakan double wing, maka arah aliran dapat dirubah.
2. Adjustable Choke.
Adjustable choke merupakan katup jarum yang mempunyai adjustable seat dan jarum serta dilengkapi dengan skala bukaan.
Diameter choke dapat diatur sesuai tekanan dan laju aliran
Merubah besar kecilnya diameter choke dapat dilakukan tanpa membongkar choke holder
Besar kecilnya ukuran choke dapat dicari dengan 2 (dua) cara:
Dengan perhitungan :
Rumus Gilbert :
atau
Dimana: THP = Tubing head pressure, Psig
R = Gas liquid ratio, Mcf/Bbl
Q = Laju produksi, Bbl/D
S = Diameter choke/bean, (/64”)

Grafik nomogram
Selain menggunakan persamaan tersebut diatas, Gilbert telah pula membuat suatu nomogram yang disebut sebagai bean performance chart,
Dengan mengetahui laju produksi, GLR dan ukuran bean, maka dapat dibuat bean performance.
Demikian pula sebaliknya, bila data laju produksi, GLR dan THP diketahui, maka ukuran bean dapat dicari.
4. Kehilangan Tekanan Melalui Pipa Horizontal.
Kehilangan tekanan sepanjang pipa mendatar mulai dari well head sampai separator dapat digunakan horizontal pressure traverse.
Grafik dapat dilihat pada gambar 3.2

























=



Fasilitas Produksi Natural Flow
¬¬Peralatan dari sumur sembur alam pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua komponen besar, yaitu peralatan di atas permukaan dan di bawah permukaan.
Surface Equepment
Peralatan yang terletak di atas permukaan untuk sumur sembur alam terdiri dari :
Wellhead
Adalah peralatan yang digunakan untuk mengontrol sumur dipermukaan. Wellhead tersusun dari dua rangkaian didalamnya, yaitu casing head dan tubing head. Casing head berfungsi sebagai tempat menggantungkan rangakaian casing dan mencegah terjadinya kebocoran. Pada casing head terdapat gas outlet untuk meredusir gas yang mungkin terkumpul diantara rangkaian casing. Tubing head adalah bagian dari wellhead untuk menyokong rangkaian tubing yang berada di bawahnya dan untuk menutup ruangan yang terdapat diantara casing dan tubing, sehingga aliran fluida dapat keluar melalui tubing.
Christmas tree
Adalah kumpulan dari valve, fitting, choke dan manometer pengukur tekanan sumur yang dipasang di atas tubing head. Peralatan ini terbuat dari bahan besi baja yang berkualitas tinggi, sehingga selain dapat menahan tekanan tinggi dari sumur juga dapat menahan reaksi dari air formasi yang bersifat korosif yang mengalir bersama-sama dengan minyak atau dapat menahan pengikisan pasir yang terbawa ke permukaan.
Untuk gambar bisa dilihat di bawah ini.







Fungsi dari bagian-bagian Christmas tree dan Well Head
Christmas tree
Manometer Tubing : untuk mengetahui tekanan pada tubing secara otomatis.
Top Valve : untuk membiarkan tekanan fluida mencapai Top adaptor untuk membaca tekanan atau mengambil sampel.
Flow Line : untuk mengalirkan Fluida
Choke/Beam Holder : untuk membatasi,mengontrol, dan mengatur aliran sesuai dengan keinginan.
Choke Valve : Mencegah aliran turbalance/aliran balik, pada saat sumur dimatikan.
Wing Valve : untuk operasi penutupan dan pembukaan sumur secara normal.
Upper Master Valve : untuk membuka atau menutup ketika pada saat fluida mengalir
Lower Master Valve : Sebagai cadangan ketika Upper Master Valve rusak.
Well Head
Tubing Head :
Sebagai penyokong rangkaian tubing
Menutup ruang antara casing-tubing pada waktu pemasangan X-mastree atau perbaikan kerangan/valve.

Subsurface Equepment
Merupakan peralatan sumur sembur alam yang ada di bawah permukaan, untuk gambar dapat di lihat pada gambar 4.2.




























Proses Produksi dari Reservoir sampai Ke Tangki Penampung
Fluida dari sumur natural flow










Gambar 3.4. Aliran Fluida dari Sumur Natural Flow
Pada gambar di atas fluida terangkat ke atas permukaan karena tekanan reservoir yang cukup besar
Flow Line









Gambar 3.5.a. Flow Line

Kemudian setelah fluida sampai ke well head/x-mastree fluida disalurkan ke peralatan pemisah, tetapi sebelum sampai ke peralatan pemisah fluida diarahkan terlebih dahulu/disatukan dahulu oleh perlatan Manifold dan Header










Gambar 3.5b. Flow Line
Manifold dan Header










Gambar 3.6. Manifold dan Header
Dari flow line fluida akan diarahkan, membagi , membelokan aliran fluida produksi dari beberapa sumur ke test line atau ke main header.
Dan fluida produksi akan disatukan dengan header setelah melalui manifold dan mengalirkannya ke peralatan pemisah
Peralatan pemisah Fluida
Separator Horizontal










Gambar 3.7.a. Separator Horizontal

Setelah melalui manifold dan header fluida akan dipisahkan ke separator, salahsatunya adalah separator horizontal, dimana separator jenis ini biasanya fluida yang mempunyai GLR tinggi dan cairan berbusa.
Separator Vetikal







Gambar 3.7.b. Separator vertikal

Setelah melalui manifold dan header fluida akan dipisahkan ke separator, salahsatunya adalah separator vertikal, dimana separator jenis ini biasanya fluida yang mempunyai GLR rendah dan kadar padatan tinggi.
Storage Tank










Gambar 3.8. Storage Tank

Setelah fluida dipisahkan, oil akan ditampung ke dalam Storage Tank, dimana pada peralatan ini oil akan diambil samplenya yaitu kadar BSW (Basic Sediment Water) sehingga kita dapat mengetahui kadar air dalam minyak tersebut. Dan dapat diketahui kualitas sumur tersebut.









BAB IV
PEMBAHASAN

Sembur alam merupakan metode pengangkatan minyak kepermukaan dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasal dari reservoir dimana fluida yang mengalir dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain:
Sifat fisik formasi;
Sifat fisik fluida yang mengalir;
Geometri sumur dan daerah pengurasan; dan
Perbedaan tekanan antara formasi produksi dan lubang bor saat terjadi aliran
Fluida tersbut dapat berupa gas, minyak dan air, pada kondisi tekanan diatas buble point, gas masih terlarut dalam minyak sehingga aliran fluida hanya satu fasa yaitu cair. Bila tekanan resrervoir sudah berada di bawah tekanan buble point , maka gas akan memisahkan diri dan ikut mengalir bersama minyak, sehingga dengan demikian aliran fluida menjadi dua fasa yaitu gas dan minyak, dan kecepatan aliran fluida tersebut juga dapat dihitung dengan menggunakan persamaan “Darcy”, yaitu:
V=Q/A+(k.dP)/μdL
Dimana:
V : Kecepatan aliran fluida. Cm/s
¬¬¬¬Q : Laju alir fluida, cm2/s
A : Luas penampang batuan, cm2
K : Permeabilitas batuan, Md
P : Tekanan, atm
M : Viskositas fluida, cp
L : Panjang batuan, cm
Akan tetapi persamaan di atas hanya untuk aliran linear saja dengan jenis aliran stedy state dan fluidanya satu fasa incompressible. Sedangkan untuk aliran radial dengan lebih dari satu fasa dapat mengembangkan persamaan di atas menjadi.
Q=(k.A.dP)/μdr
Dan untuk kondisi di permukaan diformulasikan sebagai berikut:
Q=0.007082(k.h.(Pe-Pwf))/(μ.β.ln(re/rw) )
Dimana:
¬¬¬¬Q : Laju alir fluida, cm2/s
K : Permeabilitas batuan, Md
Pe : Tekanan reservoir pada jarak k re, psi
Pwf : Tekanan alir dasar sumur, psi
Re : Jari-jari pengurasan sumur,ft
Rw : Jari-jari lubang sumur, ft, ft
H : Ketebalan lapisan rata-rata, ft

Karena aliran fluida dari formasi ke dasara sumur disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan antara tekanan reservoir dengan tekanan dasara sumur sektu terjadi aliran, maka untuk menilai kemampuan sumur dalam berproduksi didefinisikan Prdouctivity Index yaitu perbandingan rate produksi dengan drawdown, sehingga dapat diformulasikan sebagai berikut:
PI=Q/(Ps-Pwf)
Untuk membandingkan satu sumur dengan sumur yang lainnya pada suatu lapangan terutama bila tebal lapisan produksifnya berbeda, maka digunakan Specific Productivity Index yang merupakan perbandingan antara Productivity Index dengan ketebalan lapisan yang secara matematis dapat ditulisakan:
SPI=Js=PI/H=(7.082 x 〖10〗^(-3 ) x k)/(Bo x ln⁡(re/rw) )
Dalam praktek di lapangan laju produksi minyak yang melewati batas maksimum akan merugikan reservoir dikemudian hari, karena akan mengakibatkan terjadinya water atau gas coning dan kerusakan formasi
Factor-faktor yang mempengaruhi harga PI adalah:
Karakteristik batuan Reservoir
Permeabilitas; dan
Saturasi.
Karakteristik fluida reservoir
Kelarutan gas dalam minyak;
Faktor volume formasi;
Viskositas; dan
Drawdown.
Ketebalasn lapisan
Mekanisme pendorong
Untuk melihat kelakuan suatu sumur selama berproduksi dapat menggunakan grafik IPR (Inflow Performance Relationship) dimana grafik IPR digambarkan sebagai hubungan antara kapasitas produksi minyak dengan tekanan alir dasar sumur. Adapaun pembuatan garfik IPR menggunakan tiga metode, yaitu:
Metode Gilbert
Metode ini pada kondisi satu phase atau undersaturated, dimana seluruh gas masih terlarut di dalam cairan, atau dengan kata lain bahwa tekanan reservoir masih di atas tekanan buble point sehingga garis IPR merupakan garis lurus.
Metode Vogel
Untuk sumur yang telah berproduksi dimana tekanan dasar sumur telahturun di bawah tekanan gelembung sehingga gas bebas ikut terproduksi, maka kurva IPR tidak linier lagi tetapi berupa garis lengkung. Hal ini disebabkan karena kemiringan kurva IPR akan berubah secara kontinyu untuk setiap harga Pwf. IPR metode ini dikembangkan lagi oleh Kllins Clark dan dapat digunakan untuk memperkirakan data IPR yang akan datang.
Metode Pudjo Sukarno
Dimana metode ini memeperhitungkan harga water cut, pengembangan persamaan ini dilakukan dengan anggapan:
Faktor skin sama dengan nol.
Gas, minyak, dan air berada dalam satu lapisan dan mengalir bersama-sama, secara radial dari reservoar menuju lubang sumur.

Peralatan yang digunakan pada proses produksi sembur alam ini antara lain wellhead, bermacam-macam jenis casing, tubing, packer, choke, valve dan masih banyak lagi peralatan yang digunakan dalam proses produksi minyak dan gas bumi dengan metode natural flow.
Peralatan dari sembur alam pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua komponen besar, yaitu peralatan di atas permukaan dan di bawah permukaan.
Surface Equepment
Well Head
Merupakan peralatan yang digunakan untuk mengontrol sumur dipermukaan.
Christmas tree
Merupakan kumpulan dari valve, fitting choke dan manometer pengukur tekanan sumur yang dipasang diatas tubing head.
Subsurface Equepment
Tubing (Pipa alir vertical)
Packer (penyekat annulus)
Anchor
Peralatan pelengkap dibawah permukaan



BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah melakukan Kerja Praktek di Pusdiklat Migas Cepu, maka dapat disimpulakan sebagai berikut:
Pusdiklat Migas Cepu merupakan pusat pendidikan dan pelatihan di bidang perminyakan dan gas bumi yang bertugas melaksanakan pendidikan, kursus dan pertemuan ilmiah, serta pelayanan jasa teknologi perminyakan gas bumi yang ditunjang dengan sarana-sarana seperti unit kilang, unit wax plan, laboratorium produksi, laboratorium geologi, laboratorium eksploitasi dan produksi dan lain-lain.
Fluida yang mengalir dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain:
Sifat fisik formasi;
Sifat fisik fluida yang mengalir;
Geometri sumur dan daerah pengurasan; dan
Perbedaan tekanan antara formasi produksi dan lubang bor saat terjadi aliran
Sumur Natural flow dapat mengalir secara alamiah apabila :
Tenaga dorong dari reservoir cukup besar
Mampu mengatasi semua hambatan yang dilaluinya
Tekanan Reservoir merupakan tenaga bagi fluida reservoir untuk dapat mengalirkan dari reservoir sampai tanki penampung
Harga PI dipengaruhi oleh:
Karakteristik batuan Reservoir
Permeabilitas; dan
Saturasi.
Karakteristik fluida reservoir
Kelarutan gas dalam minyak;
Faktor volume formasi;
Viskositas; dan
Drawdown.
Ketebalasn lapisan
Mekanisme pendorong
Grafik IPR dapat menggunakan tiga metode, yaitu:
Metode Gilbert
Metode Vogel & Kllins Clark
Metode Pujo Sukarno
Garis IPR adalah batas dimana pada tekanan tertentu akan didapatkan laju produksi yang tertentu pula.
Analisa performance didasarkan pada empat hal yaitu :
Inflow performance
Vertical lift performance
Bean performance
Horizontal performance
Jenis Choke dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Positivi Choke
Adjustable Choke
Peralatan dari sembur alam pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua komponen besar, yaitu:
Surface Equepment; dan
Subsurface Equepment

No comments:

Post a Comment

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger